Masalah Ekonomi adalah masalah yang sering terjadi
dalam kehidupan sehari hari baik masalah dalam jual beli, tawar menawar ataupun
ekspor impor. Dalam kehidupan sekarang terutama di Indonesia terdapat beberapa
masalah ekonomi yang terjadi diantaranya Pengangguran, Kemiskinan, Harga,
Profit, Inflasi, Hutang, Sistem Ekonomi, Ekonomi politik, Kesejahteraan dan
Pertumbuhan Ekonomi. Untuk lebih memahami masalah masalah eonomi tersebut, saya
akan menjelaskan satu persatu masalah ekonomi yang sering terjadi.
Pokok masalah tadi selanjutnya diperluas oleh aliran
ekonomi modern, yaitu apa dan berapa, bagaimana, dan untuk siapa barang
diproduksi.
- Apa
dan Berapa (What).
Masalah ini menyangkut persoalan jenis dan jumlah
barang/jasa yang perlu diproduksi agar sesuai kebutuhan masyarakat: apakah
bahan makanan yang dipilih? – apakah pakaian, tempat tinggal atau jasa lain? –
serta berapa banyak barang tersebut diproduksi?
Bagaimana
(How)
Setelah jenis dan jumlah produksi dipilih, persoalan
yang harus dipecahkan adalah: bagaimana barang tersebut diproduksi? – siapa
yang memproduksi? – sumber daya apa yang digunakan? – teknologi apa yang
digunakan?
- Untuk
siapa.
Setelah pemecahan persoalan bagaimana memproduksi
lebih lanjut adalah: untuk siapa ( for whom) barang yang akan diproduksi? –
siapa yang harus menikmati?
Secara garis besar, kita mengenal empat sistem
ekonomi yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan situasi kondisi dan ideologi
negara yang bersangkutan. Keempat sistem ekonomi tersebut adalah sistem ekonomi
tradisional, sistem ekonomi terpusat, sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi
campuran.
Beberapa Masalah Ekonomi di Indonesia
1. Tingginya Jumlah Pengangguran.
Dari tahun ke tahun, masalah jumlah pengangguran di
Indonesia kian bertambah. Belum ada solusi yang jitu untuk mengatasi tingginya
angka pengangguran sampai saat ini. Pengadaan lapangan kerja saja dirasa tidak
cukup untuk menekan angka pengangguran di negara kita.
2. Kemiskinan
Masalah ini adalah masalah yang menghantui dari
pemerintah yang satu ke pemerintah lainnya. Masalah ini tidak akan pernah
tuntas, karena masalah ini adalah masalah yang muncul terus menerus. Bahkan
tujuan yang paling penting dalam ilmu ekonomi adalah memberantas kemiskinan.
3. Tingginya Biaya Produksi
Sudah menjadi rahasia umum di dunia industri di
negara kita ini bahwa selain biaya produksi cukup tinggi belum lagi ditambah
dengan biaya-biaya yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan. Namun karena faktor
keamanan di negara kita masih sangat minim dan ketidakmampuan pemerintah untuk
mendukung dan melindungi sektor industri, akibatnya terdapat banyak
pungutan-pungutan liar yang bahkan akhir-akhir ini dilakukan dengan
terang-terangan.
4. Harga
Masalah ekonomi yang satu ini pasti muncul ke
permukaan saat perayaan hari besar keagamaan. Harga selalu membumbung tinggi
saat perayaan hari besar keagamaan, apalagi harga Sembilan bahan pokok
(Sembako). Ibu Rumah tangga selalu mengeluh tentang harga Sembako yang naik
tinggi.
5. Keputusan Pemerintah Yang Kurang Tepat
Kita semua tahu bahwa beberapa tahun belakangan ini
sangat marak sekali peredaran barang-barang dari China di negara kita, bukan?
Nah, penyebabnya adalah keputusan pemerintah dalam hal regulasi ekonomi yang
dirasa kurang tepat jika dilihat dari kondisi perekomomian Indonesia.
Di saat itu pemerintah memutuskan untuk bergabung
dalam ASEAN–China Free Trade Area (ACFTA). Akhirnya terjadilah seperti yang
kita rasakan sekarang ini. Produk lokal nyaris kalah dengan produk yang berasal
dari China.
6. Profit
Dalam ilmu ekonomi, kita selalu membahas masalah
ini. Bagaimana kita dapat memperoleh laba dengan modal yang sekecil kecilnya.
Ini merupakan prinsip utama dalam ekonomi.
7. Inflasi
Dalam lingkup ekonomi makro, kita akan terus
berkelut dengan masalah yang satu ini. Inflasi dapat diartikan sebagai naiknya
harga barang yang naik terus menerus akibat banyaknya uang yang beredar di
masyarakat terlalu banyak.
8. Bahan Kebutuhan Pokok Masih Langka
Langkanya bahan kebutuhan pokok adalah salah satu
masalah serius yang menimpa kondisi ekonomi indonesia. Masalah ini akan sangat
terasa sekali di saat menjelang perayaan hari-hari besar seperti hari raya idul
fitri, natal, dan hari-hari besar lainnya.
Meskipun pemerintah terkadang melakukan razia pasar
untuk terjun langsung melihat penyebab langkanya bahan kebutuhan pokok, namun
tindakan ini dirasa masih jauh dari menyelesaikan masalah langkanya kebutuhan
pokok itu sendiri.
9. Kesejahteraan
Kesejahteraan adalah lawan dari kemiskinan. Masalah
ini tergolong popular dalam ekonomi karena pada hakikatnya setiap orang ingin
kaya, makmur dan ingin mempunyai banyak uang. Semua itu tertuju pada kata
kesejahteraan.
10. Pertumbuhan Ekonomi
Dari pandangan ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi
suatu negara mencerminkan menaiknya atau menurunnya situasi ekonomi suatu
negara. Pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari aspek Produk Domestik Bruto,
total ekspor impor dan lain sebagainya.
11. Suku Buka Perbankan Terlalu Tinggi
Perlu anda ketahui bahwa salah satu indikator untuk
menentukan baik atau tidaknya kondisi perekonomian di suatu negara adalah suku
bunga. Semakin tinggi atau semakin rendahnya suku bunga perbankan di suatu
negara, maka akan berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi di negara
tersebut. Nah, untuk suku bunga perbankan di Indonesia masih dinilai terlalu
tinggi sehingga masih perlu perhatian lebih dari pemerintah untuk mengatasi
masalah ini.
12. Nilai Inflasi Semakin Tinggi
Selain suku bunga perbankan, satu hal lagi yang juga
mempengaruhi kondisi ekonomi di suatu negara adalah nilai inflasi. Di
Indonesia, nilai inflasi dinilai nyaris cukup sensitif. Bahkan hanya gara-gara
harga sembako dipasaran tinggi, maka nilai inflasi juga terpengaruh. Akibat
dari tingginya nilai inflasi di negara kita ini, maka akan bermunculan
masalah-masalah ekonomi Indonesia yang lain.
Macam-macam Kebutuhan
Kebutuhan manusia banyak dan beraneka ragam, bahkan
tidak hanya beraneka ragam tetapi bertambah terus tidak ada habisnya. Satu
kebutuhan telah Anda penuhi, tentu akan datang lagi kebutuhan yang lainnya.
Namun demikian, kita dapat menggolongkan kebutuhan-kebutuhan sebagaimana bagan
berikut ini:
a) Kebutuhan
menurut intensitasnya
Kebutuhan ini dipandang dari urgensinya, atau
mendesak tidaknya suatu kebutuhan. Kebutuhan ini dikelompokkan menjadi tiga:
kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tertier.
b) Kebutuhan
Primer : kebutuhan ini mutlak harus dipenuhi agar kita tetap hidup,
seperti kebutuhan akan makanan, pakaian, tempat tinggal, dsb.
c) Kebutuhan
Sekunder :
kebutuhan ini disebut juga kebutuhan kultural, kebutuhan ini timbul bersamaan
meningkatnya peradaban manusia seperti:
1. ingin makan
enak
2. ingin pakaian
yang lebih bagus
3. ingin
perabotan lebih bagus
d) Kebutuhan
Tertier : kebutuhan ini ditujukan untuk kesenangan manusia, seperti
kebutuhan akan perhiasan, mobil mewah, rumah mewah, dsb..
e) Kebutuhan
menurut sifatnya
Kebutuhan ini dibedakan menurut dampak atau
pengaruhnya terhadap jasmani dan rohani.
a. Kebutuhan
jasmani, contohnya: makanan, pakaian, tempat tinggal, dsb.
b. Kebutuhan
rohani, contohnya: musik, menonton bola, ibadah, dsb.
f) Kebutuhan
menurut waktu
Kebutuhan ini dibedakan menurut waktu sekarang dan
waktu masa yang akan datang. Kebutuhan sekarang, adalah kebutuhan yang harus
dipenuhi sekarang juga, seperti: makan di saat lapar, atau obat-obatan pada
saat sakit. Kebutuhan masa depan, yaitu pemenuhan kebutuhan yang dapat ditunda
untuk waktu yang akan datang, misalnya: tabungan hari tua, asuransi kesehatan,
dsb.
g) Kebutuhan
menurut wujud
Kebutuhan ini meliputi kebutuhan material, yaitu
kebutuhan berupa barang-barang yang dapat diraba dan dilihat. Misalnya: buku,
sepeda, radio, dsb.
h h.) Kebutuhan
menurut subyek
Kebutuhan ini dibedakan menurut pihak-pihak yang
membutuhkan. Kebutuhan ini meliputi: kebutuhan individu, yaitu kebutuhan yang
dapat dilihat dari segi orang yang membutuhkan, misalnya: kebutuhan petani
berbeda dengan kebutuhan seorang guru. Kebutuhan masyarakat, disebut juga
kebutuhan kolektif atau kebutuhan bersama, yaitu alat pemuas kebutuhan yang
digunakan bersama, misalnya: telepon umum, jalan umum, WC umum, rasa aman, dsb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar